Amalan Sunah Setara Ibadah Semalam Penuh

Oleh: KH. Makruf Khozin


Salat sunah malam hari memiliki banyak keutamaan. Di antara dorongan dari Nabi untuk melakukan salat sunah malam hari adalah hadis berikut:


ﻭﺃﻓﻀﻞ اﻟﺼﻼﺓ ﺑﻌﺪ اﻟﻔﺮﻳﻀﺔ ﺻﻼﺓ اﻟﻠﻴﻞ


"Salat yang paling utama setelah Salat Wajib adalah Salat malam" (HR Muslim)


Pernah ada seorang Sahabat yang sangat senang dengan Salat Malam hingga semalaman penuh beribadah. Namun Nabi justru menegurnya, agar jangan melakukan ibadah dengan mengabaikan istirahat.


Hampir kebanyakan kita belum mampu salat sunah semalaman. Tapi Nabi memberi resep agar setara, yaitu berjamaah Isya dan Subuh:

 

« مَنْ صَلَّى الْعِشَاءَ فِى جَمَاعَةٍ فَكَأَنَّمَا قَامَ نِصْفَ اللَّيْلِ وَمَنْ صَلَّى الصُّبْحَ فِى جَمَاعَةٍ فَكَأَنَّمَا صَلَّى اللَّيْلَ كُلَّهُ »


Hadis: “Barang siapa shalat Isyak berjamaah maka sama seperti ibadah separuh malam. Barang siapa shalat Subuh berjamaah maka sama seperti ibadah keseluruhan malam” (HR Muslim)


Ada juga tetap berjamaah salat sunah malam, seperti dijelaskan dalam hadis:


مَنْ قَامَ مَعَ الإِمَامِ حَتَّى يَنْصَرِفَ كُتِبَ لَهُ قِيَامُ لَيْلَةٍ 


 "Barang siapa salat bersama Imam hingga imamnya selesai maka ia dicatat ibadah satu malam" (HR Abu Dawud Tirmidzi dan Ibnu Majah)


Ahli hadis dari Mesir, Syekh Abdurrauf Al Munawi, menjelaskan:


ﻗﺎﻝ ﻓﻲ اﻟﻔﺮﺩﻭﺱ ﻳﻌﻨﻲ اﻟﺘﺮاﻭﻳﺢ

 

Ad-Dailami berkata dalam kitab Al Firdaus bahwa salat ini maksudnya adalah Tarawih (Faidl al-Qadír)


ﻭﻓﻲ ﻛﺘﺎﺏ ﻗﻴﺎﻡ اﻟﻠﻴﻞ ﻭﻗﻴﻞ ﻷﺣﻤﺪ ﺑﻦ ﺣﻨﺒﻞ ﻳﻌﺠﺒﻚ ﺃﻥ ﻳﺼﻠﻲ اﻟﺮﺟﻞ ﻣﻊ اﻟﻨﺎﺱ ﻓﻲ ﺭﻣﻀﺎﻥ ﺃﻭ ﻭﺣﺪﻩ ﻗﺎﻝ ﻳﺼﻠﻲ ﻣﻊ اﻟﻨﺎﺱ


Dalam kitab Qiyamullail bahwa Imam Ahmad bin Hambal ditanya "Anda lebih senang seseorang salat bersama para jemaah di bulan Ramadan atau salat sendiri?" Ahmad menjawab: "Salat bersama para jemaah" (Tuhfah Al-Ahwadzi)


¤ Qiyam Ramadan bersama para dokter THT BKL Unair. Alhamdulillah bisa berjumpa dengan para dokter di antaranya dr Budi Sutikno dr Puguh dan lainnya.

Post a Comment

أحدث أقدم